BPOM Tingkatkan Pengawasan Keamanan Pangan Jelang Ramadan

JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meningkatkan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di pasaran untuk memastikan keamanan dan kualitasnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny K. Lukito, dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada Rabu (21/2). Peningkatan pengawasan ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari risiko pangan yang dapat mengganggu kesehatan, terutama selama bulan puasa.

Ramadan sering kali menjadi momen di mana permintaan terhadap berbagai jenis makanan dan minuman meningkat. Termasuk produk-produk yang mungkin tidak selalu terjamin kualitas dan keamanannya. Oleh karena itu, BPOM mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam memilih produk pangan, terutama yang dipasarkan melalui pasar tradisional maupun daring.

Fokus Pengawasan terhadap Produk Pangan

Penny K. Lukito mengungkapkan bahwa BPOM telah mengidentifikasi sejumlah produk pangan yang berpotensi menimbulkan masalah. Seperti makanan olahan, minuman kemasan, hingga produk-produk berbasis bahan pengawet atau pewarna sintetis. Untuk itu, BPOM memperketat pengawasan terhadap produk-produk tersebut dengan melakukan uji sampel secara rutin di pasar-pasar tradisional, supermarket, dan toko daring.

“Keamanan pangan sangat penting, terlebih selama Ramadan, ketika pola konsumsi masyarakat berubah. BPOM akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan bahwa semua produk pangan yang beredar aman dikonsumsi dan memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan,” jelas Penny.

Selain itu, BPOM juga akan berfokus pada pengawasan terhadap produk pangan yang dapat berisiko menyebabkan keracunan atau gangguan kesehatan. Seperti makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya atau produk yang mengandung bahan kimia ilegal. BPOM telah menyiapkan tim khusus yang akan memantau dan melakukan sidak ke tempat-tempat penjualan selama bulan Ramadan.

Langkah Pencegahan melalui Edukasi Masyarakat

BPOM juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menyebarkan informasi mengenai cara mengenali produk pangan yang aman. Salah satu langkah yang diambil adalah melibatkan media massa untuk mengedukasi masyarakat agar lebih kritis dan cermat dalam memilih produk pangan, baik di pasar tradisional maupun online.

“Banyak produk pangan yang dapat beredar tanpa pengawasan yang memadai, terutama yang dijual melalui platform e-commerce. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan pelaku e-commerce untuk memastikan bahwa produk yang dijual di platform mereka sudah terjamin keamanannya,” tambah Penny.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyuluhan kepada pedagang dan masyarakat mengenai pentingnya memilih bahan makanan yang aman. Termasuk bagaimana cara membaca label produk, mengenali ciri-ciri makanan yang sudah kadaluarsa, dan menghindari bahan pengawet berbahaya.

Statistik Pengawasan Keamanan Pangan di Tahun Sebelumnya

Pada tahun 2023, BPOM mencatat lebih dari 10.000 produk pangan yang telah diuji keamanannya. Dari jumlah tersebut, sekitar 5% dinyatakan tidak memenuhi standar keamanan pangan, yang sebagian besar terkait dengan penggunaan bahan kimia berbahaya atau kandungan yang tidak sesuai dengan label. Dengan peningkatan pengawasan pada tahun 2024, BPOM berharap angka ini dapat ditekan lebih jauh lagi.

Menurut data BPOM, produk pangan yang paling sering diuji adalah produk-produk yang dikonsumsi pada waktu buka puasa dan sahur, seperti kurma, minuman manis, dan makanan olahan. BPOM juga memberikan perhatian khusus pada produk-produk yang memiliki masa simpan panjang. Karena produk-produk tersebut rentan mengalami perubahan kualitas atau terkontaminasi bahan yang berbahaya.

Menjaga Kualitas Pangan Secara Bersama-sama

Selain pengawasan yang dilakukan oleh BPOM, masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti dalam membeli makanan dan minuman, baik di pasar tradisional maupun daring. Pemerintah melalui BPOM juga terus mengingatkan pentingnya memilih produk yang memiliki izin edar dan telah terdaftar secara resmi, serta memperhatikan tanggal kedaluwarsa produk tersebut.

“Selain pengawasan yang ketat, kami juga mengharapkan peran aktif masyarakat dalam memilih makanan dan minuman yang terjamin kualitasnya. Jika menemukan produk yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” ujar Penny.

  • Related Posts

    Korea Selatan Terapkan Kartu Kedatangan Elektronik Demi Efisiensi Imigrasi

    SEOUL – Mulai tahun 2025, Korea Selatan memberlakukan sistem kartu kedatangan elektronik (e-arrival card) untuk mempermudah dan mempercepat proses imigrasi di bandara. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi,…

    Startup Akan Secara Otomatis Mengakomodasi AI di Masa Depan

    JAKARTA – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, startup di seluruh dunia diperkirakan akan secara otomatis mengakomodasi kecerdasan buatan (AI) dalam operasional mereka di masa depan. Perubahan ini akan membawa dampak…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *